cool hit counter

PDM Kabupaten Malang - Persyarikatan Muhammadiyah

 PDM Kabupaten Malang
.: Home > Berita > Doa Anak-Anak Langit dari Pesantren Muhammadiyah Al Amin Kepanjen

Homepage

Doa Anak-Anak Langit dari Pesantren Muhammadiyah Al Amin Kepanjen

Senin, 27-08-2018
Dibaca: 171

 

Pagi masih menawarkan embun yang dingin di sebuah panti di Kepanjen. Di balik embun itu, ada kisah cerita sejumlah anak istimewa yang bersama-sama menjadi santri di panti- Pesantren Muhammadiyah Al Amin ini. Ini kisah tentang adik kita, Namira namanya.Usianya kini baru 11 tahun. Awal masuk ke panti sekitar dua tahun yang lalu. Badannya kecil,kulitnya hitam legam. Tetapi berkat bimbingan kakak-kakak di panti, sekarang Namira tumbuh menjadi sosok yang lebih bersih dan berbakat bongsor.

 

Ada kisah sedih di balik hijrahnya Namira ke panti ini. Namira mewakili korban perpisahan orangtua karena masalah ekonomi dan akidah. Ia pun menanggung rasa kesepian hidup tanpa ayah ibu dan berpisah dengan kakak dan adiknya. Kedatangan Namira di panti ini awalnya sungguh merepotkan pengasuh. Sebab didikan orang tua yang agak abai dengan anaknya membuat pengasuh panti harus sedikit ‘repot’ mengurusi hal-hal pribadi Namira, mulai dari makan, mandi, mengganti baju dan menyiapkan alat-alat sekolah. Belum lagi seragam, yang entah mengapa, tak jelas kemana rimbanya.

 

Namun seiring waktu, dengan ijin Allah dan kasih sayang pengasuh dan kakak-kakak panti, Namira berangsur belajar mandiri dan bisa lebih disiplin. Kini, meski masih belum bisa meninggalkan kebiasannya tidur di kelas, nilai rata-rata Namira sudah diatas 80. Cukup cerdas meski kurang rajin belajar. Masih panjang memang upaya pengasuh untuk mendampingi Namira. Satu keinginan dia yang belum terwujud, “ Saya ingin kedua orang tua saya bersatu kembali dan saya bisa berkumpul bersama mereka dan kakak adik saya,”harapnya sederhana.

 

Lain Namira, lain pula kisah Nadia, si anak nelayan."Lurus dan rapatkan shof karena merupakan kesempurnaan sholat,” Sunarti, pengasuh panti tampak menggenggam tangan anak-anak di kanan kirinya. Ia rapatkan kaki dengan kaki mereka. Seperti biasa anak-anak itu patuh dan tersenyum. Sunarti memimpin sholat jamaah bersama anak-anak panti itu. Di barisan jamaah sholat, tampaklah Nadia.

 

Gadis manis ini adalah anak seorang nelayan. Dia dikirim kesini bukan karena ia yatim atau piatu. Bapaknya sendiri yang mengantar gadis manis ini kesini. Anak nelayan ini terancam malnutrisi dan maldevelopment. Iklim yang mulai tidak bersahabat mempengaruhi penghasilan bapaknya dalam melaut. Alhasil tak banyak yang bisa dibawa pulang oleh sang ayah seusai puang dari berlayar. Tidak hanya sehari dua hari, namun berminggu-minggu. Maka dikirimkanlah anak itu ke panti ini, “Agar tidak seperti saya bu,tidak bersekolah karena tidak mampu. Anak ini harus terus sekolah,”begitu ungkap bapaknya saat mengantar Nadia ke panti ini.

 

Namira, Nadia dan kawan-kawan panti lainnya, mereka adalah mutiara yang dititipkan Allah untuk di asah dan dikilaukan. Mereka adalah anak-anak langit.Setiap malam, doa anak-anak ini siap mengoyak keheningan langit di sepertiga malamNya.Tilawah mereka merdu,menghiba-hiba merayu Gusti Allah, membuat iri malaikat yang mendengarnya. “Tak ada alasan bagi saya untuk tidak jatuh cinta pada mereka, harapan mereka, harapan orang tua mereka jauh melampaui ufuk. Kami yakin doa bapak Nadia dari laut, doa tulus Namira di tiap tahajudnya akan mewujudkan kerja keras kami mendidik mereka menjadi sebaik-baik manusia, di dunia dan akhirat,”ungkap Sunarti. (nrt)

 

Ditulis oleh : Sri Sunarti (Pengurus Panti Al Amin Putri Kepanjen)

 

 


Tags:
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori:



Arsip Berita

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website